Saturday, August 12, 2006

Juz 29 dan surah Al Baqarah

Orang yang mempunyai unsur Al Baqarah atau terdapat angka dua (angka dua merupakan urutan surah Al Baqarah pada mushaf usmani) baik asli maupun hasil pampatan maka memiliki kemiripan atau bahkan kesamaan dengan karakter sapi betina. Misalnya Juz 1, Juz 2, Juz 3, Juz 11, 20, dan 29. Tentu, dalam mengurai karakter manusia haruslah seimbang antar positif dan negatif.

Orang yang membawa karakter Juz-juz tersebut mempunyai kecenderungan untuk bersikap pasif terlebih dahulu dalam menyikapi sebuah permasalahan. Ia lebih banyak melihat dan mengamati lebih dulu situasi dan kondisi yang melingkupinya sekalipun bisa saja pada akhirnya ia mendominasi dan pro aktif. Ia memiliki sifat pekerja keras dan tidak suka mengeluh dengan apapun yang dialaminya.

Sebaliknya, dalam kondisi tertentu, jangan kaget jika orang yang memiliki karakter Juz di atas malas berbuat apapun, misalnya hanya tidur saja kerjaannya atau bahkan tidak tahu apa yang harus dikerjakannya.

Ia memang suka tidur dan bisa memakan waktu berjam-jam untuk menyalurkan "hobi"nya yang satu ini. Pada situasi ini, Ia bisa sangat pasif dan tidak kreatif serta kurang inisiatif.

Adakalanya, ia menyelesaikan masalah-nya dengan tidur, artinya ketika sebuah masalah yang sangat pelik menimpanya, maka ia akan menyalurkannya lewat aktifitas tidur.

Ia juga tipe orang yang selalu ingin berbuat sesuatu yang positif untuk lingkungannya. Dengan kata lain, rasa sosialnya tinggi. Ia akan bersedia berkorban dan memberikan apapun miliknya kepada seseorang jika dianggapnya telah berbuat baik atau berjasa kepadanya.

Ia sangat jeli melihat sebuah permasalahan. Boleh dikatakan analisisnya tajam. Ia sangat berpotensi melihat detil-detil permasalahan yang mungkin buram atau tidak jelas dalam pandangan orang lain.

Berdasarkan Al baqarah juga, orang yang mempunyai unsur ini pada saat remaja selalu ingin mendapat perhatian lebih dari orang-orang terdekatnya khususnya orang tua dan sangat haus kasih sayang serta ingin selalu dilayani.

Setelah dewasa, jika ia mendapatkan itu semua ia akan berubah menjadi orang yang sangat mengerti akan kebutuhan orang lain.

Saturday, July 29, 2006

Juz 29

Karakter Dasar Juz 29
Khalifah Edisi 33/Tahun II/2006


Juz 29 dilambangkan dengan huruf Hamzah. Hamzah adalah huruf ke29. 'Ain ke-29 dalam Struktur 'Ain, berarti gejolak atau strategi. Indikasi awal dari karakter orang yang berjuz 29, ia merupakan sosok ahli strategi sejati. Ide-ide brilian kerap muncul dari dirinya, bahkan ia akan susah tidur jika ide atau gagasannya belum bisa terealisasikan.

Kegalauan akan selalu menghantui dirinya. Dan jika tidak segera ditanggulangi, ia akan rentan sekali terkena gangguan kesehatan. Ada baiknya jika seorang juz 29 belajar bersabar dan mengontrol diri. Memang tidak mudah. Namun bukan hal yang mustahil dilakukan apabila orang yang membawa karakter juz 29 membiasakan diri menyelesaikan masalahnya sendiri dan belajar bersabar dari orang lain.

Huruf hamzah juga mencerminkan orang yang berjuz 29 merupakan sosok yang kuat secara pribadi. Artinya ia bisa bergaul dengan siapapun dan dari golongan apa saja. Namun ia tidak akan terpengaruh oleh mereka betapapun mereka berusaha dan mencoba mempengaruhinya. Seorang Juz 29 bisa menempatkan dirinya sesuai dengan situasi dan kondisi. Ia bisa di bawah juga bisa di atas. Hal ini terbukti dari karakter huruf hamzah yang selalu bertengger di atas alif dan tak jarang pula mengalah dan bersedia menyangga alif dari bawah.

Berdasarkan Surah

Dari 11 surah yang mengisi juz 29, mengindikasikan orang yang berjuz 29 sangat sensitif dan peka terhadap lingkungan di sekelilingnya. Selalu ada perasaan yang muncul dari dalam dirinya untuk berbuat sesuatu yang positif bagi lingkungannya. Hal ini bisa dimaklumi, karena 'ain 11 bermakna tali rasa atau perasaan.

Surah pertama, QS. Al Mulk (67) dari ayat 1 sampai 30. Al Mulk berarti kerajaan. Kerajaan merupakan simbol "unggah ungguh" atau tata krama. Artinya orang yang membawa karakter juz 29 cenderung formal dan mengikuti aturan, termasuk dalam bergaul dan berbusana.

Ia juga cermin dari sosok pribadi yang tangguh dan kuat. Namun, seringkali ketangguhan yang ada pada dirinya menggiring pada sikap tak mau kalah dalam segala hal. Oleh sebab itu, ia harus belajar mengerti orang lain. Hal ini bisa dimengerti dari jumlah ayat surah Al-Mulk yaitu 30 ayat yang merujuk pada surah Ar-Ruum (bangsa Romawi) yang juga merupakan bangsa yang menganut sistem kerajaan.

Sebagaimana sebuah negara yang memiliki aturan, kadang kala orang juz 29 membawa aturan yang ada pada dirinya pada lingkungan dia berada. Di sinilah kesan tak mudah menuruti kemauan orang nampak sekali.

Dalam kerajaan memiliki tingkatan. Bila ia merasa dirinya raja, ia akan menjadi seseorang yang semena-mena dan bertindak sesuka hatinya. Ia bisa menjadi seseorang yang kejam dan menghalalkan segala cara guna mewujudkan keinginannya. Namun tidak semua orang juz 29 bersifat seperti ini. Ada sisi-sisi positif yang bisa dilihat.

Berikutnya, surah yang kedua Al-Qalam (68) dari ayat 1 sampai 52, Maknanya, orang yang berjuz 29 seorang yang dinamis dan suka berpetualang. Ia menyukai sesuatu yang tidak biasa dan ada tantangannya. Namun, ia tidak terlalu suka diatur-atur. Dengan berbekal titik 11 yang ada padanya, ia sudah dapat mengerti apa yang harus dilakukannya sehingga tidak memerlukan banyak instruksi atau perintah.

Kesan pertama jika bertemu dengannya, seolah-olah garang dan terlihat sombong. Namun, jika kita sudah mengenalnya, kesan itu akan sirna dengan sendirinya. Hal ini bisa dipahami dari jumlah ayat surah Al Qalam yaitu 52 ayat. Surah ke 52 adalah At Thuur yang berarti bukit. Kesan garang dan sombong seringkali dominan karena unsur At-Thuur terulang dua kali, yaitu jumlah ayat surah berikutnya yaitu Al Haaqah juga 52 ayat.

Al-Haaqqah sendiri berarti kehancuran atau nama lain dari hari kiamat. Surah Al-Haaqqah menceritakan tentang kaum-kaum sebelum Nabi SAW dan adzab yang mereka terima karena mendustakan ayat-ayat Allah. Makna yang berhubungan dengan karakter, orang yang berjuz 29 dalam keadaan tertentu akan sangat tega atau "raja tega" jika ia menganggap orang lain melakukan kesalahan atau melanggar aturan. Ia tegas dan tak akan pandang bulu dalam menerapkan sebuah aturan.

Sudah dijelaskan di atas orang yang berjuz 29 terlihat sombong, namun bukan berarti ia sombong. Makna lain, ia akan menemukan dirinya dan bisa dengan bebas mengaktualisasikan potensi yang ada padanya jika ia menempati posisi yang tinggi atau berperan sebagai seorang pemimpin.

Dengan kata lain, secara fitrah ia sudah dibekali dengan talenta seorang pemimpin. Nilai keadilan dan ketegasan telah ia punyai. Inilah makna Al Ma'arij (70). Dimulai dari ayat 1 sampai 44. Kalau kita konversikan ke dalam urutan surah Al Quran, surah ke-44 adalah surah Ad Dukhan, artinya Kabut. Bagi orang yang berjuz 29, dalam mencapai apa yang diharapkan ia tidak dengan mudah ditebak keinginannya. Disinilah kekuatannya. Ia pandai menyamar. Sisi lain ia tidak mau berspekulasi.

Surah selanjutnya adalah Nuh. QS. Nuh (surah ke-71) dari ayat 1 sampai 28. Sedangkan surah Nuh, membawa pengaruh pada dirinya untuk selalu melakukan "penyelamatan" dalam arti yang luas. Inilah yang harus disadari olehnya. Terkadang ia memaksakan diri berbuat baik kepada orang lain di luar batas kemampuannya. Ia senantiasa mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi apa yang ada di depannya.

Surah ke-28 Al Qashash, yaitu cerita-cerita. Bila dikaitkan dengan surah Nuh, maka dalam bercerita atau menerima informasi, harus seimbang. Ia tidak akan mudah begitu saja mempercayai cerita orang lain sebelum mendapatkan cerita dari orang lainnya.

Seorang juz 29 juga memiliki kepekaan spiritual yang tinggi. Hal ini bisa terlihat dari adanya surah Al Jin (72) dari ayat 1 sampai 28. Selain gandrung pada ilmu, ia juga menyukai "ngelmu" atau olah spiritual. Sebagaimana sifat Jin, mereka tak pernah terlihat. Namun kita meyakini keberadaan mereka. Inilah yang senantiasa menjadi kontradiksi pada dirinya. Bila ini menjadi hal yang dominan bagi orang juz 29, ia akan dengan mudah mempercayai sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya. Malah bisa menjadi percaya yang berlebihan.

Namun, tidak banyak orang yang berjuz 29 menyadari akan potensi-potensi yang terdapat padanya. Dua surah inilah indikatornya, yaitu surah Al Muzzammil (73) dari ayat 1 sampai 20 dan surah Al Mudatsir (74) dari ayat 1 sampai 56.

Di sisi lain, ia merupakan pribadi yang tak mudah mengungkapkan keinginannya. Ia hanya akan terbuka kepada orang yang dianggapnya akrab dan dekat. Namun jangan heran, jika ia telah bersedia membuka diri, orang lain pun akan kewalahan melayani pembicaraannya.

Secara intelektual dan spriritual orang yang berjuz 29 memiliki kelebihan, tetapi kedua hal tersebut tak banyak berarti jika sifat malasnya dominan. Sifat ini merupakan pengaruh surah Al Muzzammil dan Al Mudatsir yang mempunyai makna yang sama, yaitu orang yang berselimut.

Orang yang berjuz 29 sangat teguh memegang prinsip. Indikasinya adalah Al-Qiyamah (75) dari ayat 1 sampai 40. Selain bermakna kiamat atau kehancuran, surah Al-Qiyamah juga bermakna sesuatu yang pasti terjadi dan sesuatu yang kokoh berdiri. Hal ini semakin diperkuat dari jumlah ayat surah Al-Qiyamah yaitu 40. Surah ke 40 Al-Mukmin yang berarti orang yang beriman. Tak terkecuali dalam hal keimanan, ia akan teguh dalam mempertahankan apa yang diyakininya. Negatifnya, jika apa yang diyakininya ternyata tidak benar, maka perlu proses lama untuk merubahnya dan tidak mudah.

Ia juga mudah sekali percaya pada orang lain, oleh karena itu ia harus berhati-hati dalam masalah ini. Selanjutnya surah Al-Insan (76) dari ayat 1 sampai 31. Orang yang membawa karakter juz 29 memiliki potensi bijaksana. Ia juga memiliki potensi 13 titik psikis yang ada dalam tubuh manusia. Tak heran jika ia memiliki ketahanan psikis yang kuat sehingga jarang terkena gangguan kesehatan.

Surah terakhir Al-Mursalat (77), artinya malaikat yang diutus. Maknanya, orang yang berjuz 29 memiliki mobilitas tinggi. Artinya ia dapat dengan cepat bergerak kesana kemari dengan kondisi tetap prima. Dimulai dari ayat 1 sampai 50. Surah ke 50 Qaaf yang berarti kepala dalam struktur 'ain. Dengan mobilitas yang dimilikinya, ia berpotensi menemukan ide atau gagasan baru.

Seorang pemimpin juga dituntut mempunyai sifat dan karakter ini. Malaikat yang diutus akan melakukan apa saja yang diperintahkan Allah. Sama halnya dengan orang juz 29, ia akan melakukan apapun yang diperintahkan seseorang yang dianggapnya mampu menguasai dirinya.

Berdasarkan Tanda 'Ain

Ain 1
Angkanya adalah 1 (otak), 14 (rencana. Langkah awal), 1. Kombinasi ketiga angka tersebut merupakan isyarat orang yang membawa karakter juz 29 selalu dihantui ide dan gagasan-gagasan baru. Boleh dikatakan diamnya orang yang berjuz 29 bukan sembarangan atau sekadar ngelamun tak tentu arah, tetapi bisa jadi ia sedang memikirkan rencanarencana strategis untuk mewujudkan ide atau gagasannya. Idenya tak lepas dari masalah lingkungan dan kemanusiaan, karena 'ain 1 masih berhubungan dengan `ain 23. Namun, rencana itu kadang lama untuk direalisaikan

Ain 2
Angkanya adalah 2 (mata), 16 (esensi), 2 (analisis, mata) dan 24 (kaitan, penunjuk arah). Dalam proses menganalisis sesuatu, orang yang berjuz 29 lebih cenderung mulai dari hal yang sifatnya mendasar, karena ia yakin, suatu masalah tak akan bisa terlepas dari pokok atau dasarnya. Baginya, tak ada asap kalau tak ada api. Dengan demikian, ia bisa langsung menemukan inti atau pokok permasalahannya.

Ain 3
Angkanya adalah 3 (THT), 33 (skala prioritas), 1 (otak), 25 (lingkungan). Dan jajaran angka tersebut, terlihat jelas bagaimana orang yang berjuz 29 berbicara. Ia lebih banyak mengamati dan tak banyak bicara. Ia baru akan angkat bicara jika menurutnya sudah perlu. Dari keberadaan 'ain 25 di 'ain 3, dapat dimengerti jika ia juga selalu mempertimbangkan lingkungan dalam hal bicara. Maksudnya, ia bisa menyesuaikan dengan siapa ia berbicara dan tepatkah situasi dan kondisinya.
Selain itu, ia dapat mempresentasikan dengan baik apa yang ada dipikirannya. Skala prioritas ini menurut standar dirinya. Jadi bila seseorang yang memerlukannya, orang tersebut bisa menjadi prioritas kesekian dalam hidupnya.

Ain 4
Angkanya adalah 4 (rangka), 19 (pemecahan masalah), 2 (mata), 26 (modal, potensi). Sinergi rentetan angka tersebut memberi isyarat kepada kita kalau orang yang berjuz 29 tipe orang yang tidak bertele-tele.

Begitu menghadapi sebuah masalah, secara otomatis tergambar olehnya rencana-rencana sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi. Boleh dibilang, dalam menganalisis sebuah permasalahan ia jeli, terutama berkaitan dengan potensi-potensi yang bisa dikembangkan selanjutnya.

Ain 5
Angkanya adalah 5 (tangan), 37 (analisa lanjutan),1 (otak), 27 (usaha). Keempat angka tersebut berbicara kepada kita bagaimana cara orang yang berjuz 29 bertindak. Ia merupakan orang yang selalu termotivasi dan akan berusaha sekuat tenaga dan mengeluarkan semua potensi yang ada dalam dirinya untuk mengejawantahkan idenya dalam tindakan nyata dan bukan hanya angan-angan belaka.

Berdasarkan halaman

Taktis
Taktis, bisa dipahami dengan menjumlahkan ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai 6, yaitu berjumlah 48 yang merujuk pada surah Al Fath yang berarti kemenangan.
Orang yang membawa karakter juz 29 mempunyai jiwa pendobrak dan selalu dikelilingi oleh inovasi-inovasi baru. Sayangnya, surat ini seringkali membuatnya selalu ingin menang sendiri.
Ia juga tipe orang yang tidak betah diperintah ini dan itu. Ia seakan ingin selalu bebas dari segala macam tekanan. Jika suatu saat instruksi yang diberikan atasannya bertentangan dengan keyakinannya, jangan heran jika orang yang berjuz 29 akan melawan atau mbalelo.

Negatif/Positif
Negatif/Positif, didapat dari menjumlahkan ayat yang terdapat dari halaman 7 sampai 13 yang berjumlah 68. Surah yang ke 68 adalah Al Qalam atau surah Nun. Orang yang berjuz 29 memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Rasa ingin berbuat sesuatu yang positif bagi lingkungannya amat besar sehingga ia pun paling tidak Mega atau mudah terenyuh apabila melihat atau mendengar penderitaan orang lain.

Jalan Keluar
Jalan Keluar, dapat ditengarai dari ayat yang terdapat pada halaman 14 dan 15, totalnya 46 ayat. Surah ke-46 Al Ahqaaf yaitu bukit pasir. Pada umumnya, orang yang berjuz 29 suka ragu-ragu mengambil keputusan.

Ia terkadang terlalu banyak pertimbangan sehingga lambat memutuskan sesuatu. Bukit pasir itu labil. Ia mudah sekali berubah pikiran. Bila hal ini dominan dalam dirinya, ia menjadi seorang peragu.

Dasar
Dasar, merupakan representasi dari angka 47 yang merupakan total ayat yang terdapat pada halaman terakhir juz 29. Surah Muhammad adalah hasil subtitusi angka 47. Pada dasarnya, orang yang berjuz 29 memiliki karakter ideal.

Kelemahan Fisik
Kelemahan fisik orang yang membawa karakter juz 29 terletak pada bagian mata, hati atau limpa. Secara alami ia dibekali daya tahan tubuh yang kuat terhadap gangguan penyakit atau faktor negatif dari luar dirinya yang dapat menyebabkan kesehatannya terganggu, karena hasil pampatan angka 29 adalah 11 yang merupakan titik keseimbangan pada tubuh manusia. Jikalau dapat mengontrol emosinya, InsyaAllah ia jarang mengalami gangguan kesehatan.

Kelemahan
Terlalu sensitif dan perasa, ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu, tidak mau kalah, sering memaksakan diri untuk berbuat positif untuk orang lain.

Kelebihan
Mempunyai kapasitas intelektual dan spiritual yang berimbang dan tinggi, tegas dan teguh memegang prinsip, tidak mudah terpengaruh, kreatif dan banyak ide atau gagasan.

Ziyad at-Tubany/Gus AA